Senin, 30 April 2012

Pemain Terbaik Piala Eropa Dari Masa Ke Masa

5 komentar
1.Piala Eropa 1960 (Viktor Ponedelnik)
Lima pemain mencetak dua gol di putaran final, salah satunya menjadi penentu gelar juara, yaitu Viktor Ponedelnik, salah satu striker terbaik zaman Soviet dengan rekor 20 (atau 21) gol dalam 29 pertandingan.


2.Piala Eropa 1964 (Luis Suarez)
Luis Suarez adalah penentu keberhasilan Spanyol menjuarai Euro 1964. Keberhasilan itu sekaligus menjadi puncak karier jenderal lini tengah asal Galicia ini.

3.Piala Eropa 1968 (Luigi Riva)
Luigi Riva hanya tampil sekali sepanjang turnamen ini, yaitu pada laga replay final, tetapi dampaknya sangat menentukan. Pemain andalan asal Cagliari ini baru saja pulih dari cedera patah kaki dan memberikan Italia inspirasi yang dibutuhkan untuk sukses.Riva, kini 67 tahun, masih menjadi staf timnas Italia dan menjadi bagian sukses Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006. Pada 2008, FIGC menempatkan Riva sebagai salah satu dari sepuluh pemain terbaik Italia sepanjang masa.
 

4. Piala Eropa 1972 (Dieter Muller)
Masih ada Beckenbauer atau Netzer, pemain yang dikaruniai keterampilan teknik mumpuni, tetapi butuh seorang pencetak gol ulung seperti "Die Bomber" Muller. Enam gol dicetaknya pada babak kualifikasi dan ditambah empat gol lagi pada putaran final.


5.Piala Eropa 1976 (Dieter Muller)
Dieter Muller tampil sebagai pemain cadangan dan menjadi pecetak gol terbanyak melalui empat gol, hal ini yang menjadikannya sebagai pemain terbaik. 


6.
Piala Eropa 1980 (Bernhard Schuster)
Sukses Jerman Barat ditentukan gelandang serang asal Koln, Bernhard Schuster, yang tampil dengan tenaga, kecepatan, dan visi yang menghasilkan empat gol untuk negaranya.


7.Piala Eropa 1984 (Michael Platini)
Menjadi Pemain Terbaik Eropa 1983, Platini mendominasi Euro 1984. Pemain andalan Prancis ini gemilang di lini tengah dan berdiri di podium internasional sebagai salah satu yang terbaik di dunia dengan tampil inspirasional pada turnamen. Tidak hanya mengapteni Prancis hingga juara, Platini juga menjadi topskor serta pemain terbaik turnamen.


 
8.Piala Eropa 1988 (Marco Van Basten)
Marco van Basten berangkat ke turnamen dengan status pemain cadangan Johnny Bosman. Namun, berkat itu pula Angsa dari Utrecht ini memesona publik dunia.

9.Piala Eropa 1992 (Peter Schmeichel)
Terpilih sebagai Kiper Terbaik Dunia 1992, Peter Schmeichel melakukan sejumlah penyelamatan penting sepanjang turnamen yang menentukan gelar juara Denmark. Salah satunya adalah ketika mematahkan eksekusi penalti Marco van Basten pada adu penalti semi-final. Di final, Schmeichel mengatasi umpan silang Jerman dengan satu tangan, serta tampil penuh percaya diri di bawah gawang.


10.Piala Eropa 1996 (David Seaman)
Beberapa pemain Inggris tampil cemerlang dan penampilan David Seaman paling dikenang. Sang kiper menjadi salah satu penentu kemenangan atas Skotlandia dan Spanyol dengan mematahkan dua eksekusi penalti lawan. Wajar jika sponsor resmi Euro '96 Philips menobatkannya sebagai pemain terbaik turnamen.


11.Piala Eropa 2000 (Zinedine Zidane)
Gelandang inspirasional Zinedine Zidane memimpin tim yang telah menjuarai Piala Dunia 1998 untuk menambah kesuksesan Prancis di Euro 2000. Zidane dinobatkan sebagai pemain terbaik. Dua gol dicetaknya sepanjang turnamen, satu gol tendangan bebas ke gawang Spanyol serta eksekusi penalti yang menentukan saat melawan Portugal di semi-final.

12.Piala Eropa 2004 (Theodoros Zagorakis)
Setelah sepuluh tahun membela timnas Yunani, Theodoros Zagorakis memimpin Hellas ke puncak sejarah sepakbola mereka. Memimpin rekan-rekan setim untuk mengatasi lawan-lawan yang lebih unggul secara teknik, Zagorakis menunjukkan kepemimpinan tingkat tinggi, kerja keras, serta kegigihan dalam membantu pertahanan tim.

13.Piala Eropa 2008 (Xavi Hernandez)
Gelandang pengatur serangan Spanyol, Xavi, menjadi pemain yang tampil paling mengemuka selama Euro 2008. Visi, kecerdasan, keakuratan, serta kemampuannya mendistribusi bola membuat Spanyol bersinar dan dikenal dengan sepakbola yang mengalir.


 14.Piala Eropa 2012 (???)
 
Read More..

Selasa, 24 April 2012

Metamorfosis Bola EURO Dari Masa Ke Masa

3 komentar
Dalam setiap kejuaraan yang ada di seluruh dunia dari masa ke masa pasti akan mengalami perubahan walaupun hanya sedikit,termasuk PIALA EROPA, dalam setiap pergelarannya dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan, salah satunya adalah bola yang dipakai. Bola EURO sejak kejuaraan tahun 1972 samapai dengan terakhir kejuaraan tahun 2008 selalu mengalami perubahan.
Berikut pembahasan tentang perubahan tersebut.

Euro 1972 - Telstar Mexico
Bola ini dipakai pada gelaran Piala Dunia 1970 dan juga di Euro 1972. Telstar sudah dilapisi polyurethane, senyawa plastik guna melindungi kulit bola agar tidak mudah rusak terkena air.



Euro 1976 - TelstarBola ini juga digunakan pada perhelatan Piala Dunia 1974. Bola ini dilapisi oleh bahan yang diberi nama Durlast, yang pada saat itu menjadi penemuan termutakhir untuk bisa mengurangi serapan air pada bola.

Euro 1980 - Tango River PlateCorak pada bola ini mungkin bisa dikatakan sebagai corak yang paling lama bertahan. Bola ini juga dipakai pada Piala Dunia 1978 dengan desain baru yang lebih menarik dan unik. Bola ini dibuat lebih tahan air dibandingkan generasi sebelumnya, corak yang digunakan di bola ini juga bertahan hingga tahun 2000.


Euro 1984 - Tango MundialMerupakan bola pertama yang bukan terbuat dari kulit dan dipakai di ajang Euro.


Euro 1988 - Tango Europa
Tak hanya memakai bahan dari kulit sintetis, bola ini juga dilapisi oleh polyurethane agar tidak mudah menyerap air.


Euro 1992 - Etrusco Unico
Desain pada bola ini diinspirasi oleh kepala singa dalam sejarah Etruscan.


Euro 1996 - Questra EuropaMawar Inggris dan emblem di seragam tim Inggris, three lions menjadi inspirasi dari corak bola ini.


Euro 2000 - Terrestra SilverstreamBola ditambah dengan busa agar permukaan menjadi lebih empuk, sementara desainnya diinspirasi oleh aliran sungai serta laut yang mengelilingi Belanda dan Belgia.


Euro 2004 - RoteiroSejarah kembali tercipta di gelaran Euro. Bola ini adalah bola pertama yang tidak dijahit pada proses pembuatannya. Bola ini juga diklaim lebih kuat dan tahan air. Sementara desain dan namanya terinspirasi dari Vasco da Gama.


Euro 2008 - EUROPASSBola ini adalah pengembangan berikutnya dari Roteiro, permukaannya lebih enak dipegang oleh kiper. Sedangkan desainnya terinspirasi dari Telstar.



Euro 2012 - Tango 12 Desainnya mirip sekali dengan bola klasik Tango yang digunakan pada awal 1980-an. Sementara teknologinya sendiri merupakan pengembangan dari Europass. Warnanya terinspirasi dari warna bendera tuan rumah, Polandia dan Ukraina.



Read More..

Sabtu, 21 April 2012

Sejarah Terbentuknya Piala Eropa

4 komentar
Sejarah piala Eropa (euro) sebenarnya bermula dari ide Sekretaris Federasi Sepakbola Prancis (FFF) Henri Delaunay pada akhir dekade 1920-an. Kala itu, Delaunay melihat melihat ada kepincangan di antara dua kutub itu, di mana negara Amerika Latin terlalu kuat bagi Eropa. Uruguay meraih medali emas di Olimpiade 1924 dan 1928. Bahkan, Uruguay ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia I tahun 1930 sebagai penghormatan atas prestasinya.
 Henri Delaunay (Pencetus Pertama Piala Eropa)
Ide Delauney sebenarnya cukup sederhana. Delauney ingin memperbanyak frekuensi pertandingan antar negara-negara Eropa denganmenggelar kejuaraan antarnegara. Sayang, ide Delauney tidak digubris oleh UEFA (Persatuan sepak bolanya Eropa). UEFA malah menggelar kejuaraan antarklub Eropa yang kelak dikenal sebagai Piala Champions, Piala UEFA dan Piala Winners mulai 1954.
Hal inilah yang membuat Delauney kecewa, hingga jatuh sakit dan meninggal dunia pada November 1955. Meninggalnya salah satu sesepuh sepak bola Eropa ini sangat mengejutkan jajaran pengurus UEFA. Dalam kongres UEFA 1957, ide lawas Delauney itu akhirnya disetujui. Kongres juga memutuskan Prancis sebagai tuan rumah Piala Eropa yang pertama tahun 1960 sebagai bentuk penghormatan kepada Delauney. Pada ajang ini, Uni Soviet (kini Rusia) yang menjadi juara setelah mengandaskan Yugoslavia dengan skor 2-1 melalui perpanjangan waktu.
Sejak saat itu, setiap 4 tahun sekali UEFA menggelar perhelatan ‘Piala Dunia Mini’ ini. Perkembangan dari perhelatan akbar itu pun terus terjadi. Misalnya jumlah peserta Piala Eropa kedua yang berlangsung di Spanyol, 1964, membengkak dari 17 negara menjadi 29 negara. Pembengkakan ini antara lain ditandai masuknya Inggris dan Italia dalam kancah perhelatan akbar se-Eropa ini. Namun format putaran final sama seperti yang pertama, yaitu 4 tim yang lolos ke putaran final. Kali ini di final tuan rumah Spanyol menumbangkan juara bertahan Uni Soviet dengan skor 2-1.
Karena jumlah peserta semakin bertambah, maka format pertandingan pun diubah. Setiap peserta harus menjadi juara dan runner up grup terlebih dahulu untuk lolos ke putaran final. Format inilah yang menjadi format baku yang dianut setiap perhelatan piala Eropa.
Read More..

Senin, 16 April 2012

Pencetak Gol Terbanyak EURO Cup Dari Masa Ke Masa

6 komentar
 Dari masa ke masa EURO Cup selalu menyuguhkan pertunjukkan yang luar biasa hebatnya. Salah satunya adalah terciptanya gol-gol indah yang tercipta dari kaki para pemain yang memiliki skill yang luar biasa, para pemain-pemain ini telah mencatatkan namanya di jajaran pencetak gol terbanyak di ajang EURO Cup.
Siapa-siapa saja pemain tersebut, berikut daftar para pencetak gol terbanyak dari ajang EURO Cup dari masa ke masa.

1.EURO Cup 1960
Di EURO CUP 1960 ada beberapa pemain yang mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak, masing-masing mereka mengoleksi 2 gol, mereka adalah Francois Heutte (Perancis), Valentin Ivanov (Uni Soviet), Viktor Ponedelnik (Uni Soviet), Milan Galic (Yugoslavia), Drazan Jerkovic (Yugoslavia).

2. EURO Cup 1964
Seperti 4 tahun sebelumnya, ada beberapa pemain yang menjadi top scorer di EURO 1964, koleksi golnya pun masih sama, masing-masing mereka membukukan 2 gol, mereka adalah Jesus Maria Pereda (Spanyol), Frenc Bene (Hungaria), Dezso Novak (Hungaria)

3. EURO CUP 1968
Dragan Dzajic menjadi pencetak gol terbanyak di EURO CUP 1968 pemain Yugoslavia ini membukukan sebanyak 2 gol.


4. EURO CUP 1972
Gerd Muller (Jerman Barat) berhasil menjadi pencetak gol terbanyak setelah berhasil mengoleksi 4 gol.


5. EURO CUP 1976
Sekali lagi, salah satu pemain asal Jerman Barat berhasil menjadi pencetak gol terbanyak, tapi kali ini bukan giliran Gerd Muller melainkan Dieter Muller, dia menyamai koleksi gol Gerd Muller sebelumnya, yaitu 4 gol.
 
6. EURO CUP 1980
Untuk ketiga kalinya Jerman Barat mencatatkan salah satu pemainnya sebagai pencetak gol terbanyak, Klaus Allofs yang sukses mengukirkan namanya, dengan mengoleksi 3 gol.

7. EURO CUP 1984
Michael Platini adalah pemain tersubur sepanjang sejarah pegelaran EURO CUP, dia menjadi top skorer sepanjang masa piala eropa setelah berhasil mencetak 9 gol dan membawa Perancis sebagai juara EURO CUP 1984




8. EURO CUP 1988
Marco Van Basten (Belanda) dengan mengoleksi 5 gol, cukup membawa dia menjadi top skorer di piala eropa 1988.
 
9. EURO CUP 1992
Ada 3 pemain yang berasal dari 3 negara berbeda yang berhasil menjadi pencetak gol terbanyak, mereka pun memiliki pundi gol yang sama, yaitu sama-sama mengumpulkan 3 gol, mereka adalah Henrik Larsen (Denmark),  Tomas Brolin (Swedia), dan Dennis Bergkamp (Belanda).


10. EURO CUP 1996
Untuk pertama kalinya pemain asal inggris berhasil menjadi top skorer  di ajang piala eropa, 5 gol yang dia ciptakan berhasil membawanya menjadi top skorer piala eropa 1996.

11. EURO CUP 2000
Walaupun Patrick Kluivert (Belanda) dan Savo Milosevic (Yugoslavia) tidak berhasil membawa negaranya ke ajang final piala eropa 2000, namun mereka berdua berhasil menjadi top skorer, dengan mengoleksi 5 gol.


12. EURO CUP 2004
Piala eropa 2004 dipenuhi dengan kejutan, dimulai dari yang menjadi juara hingga yang menjadi top skorer, kali ini yang berhasil membuat kejutan sebagai  pencetak gol terbanyak adalah pemain asal Rep.Ceko yaitu Milan Baros dengan mengoleksi 5 gol.

13. EURO CUP 2008
Selain berhasil membawa negaranya sebagai juara EURO 2008, David Villa juga berhasil menjadi top skorer, dengan mengumpulkan 4 gol.



 
Read More..

Rabu, 11 April 2012

Juara EURO Cup Dari Masa Ke Masa

0 komentar
1. Uni Soviet (2) VS Yugoslavia (1) - 1960 (Perancis)
PIALA Eropa pertama kali digelar pada 1960 dengan Perancis menjadi tuan rumah. Kompetisi sepak bola antarnegara Eropa ini hanya diikuti 17 tim. Sebab, Spanyol mengundurkan diri.
Spanyol yang kala itu masih dipimpin diktator Francisco Franco, menolak harus bertandang ke kandang Uni Soviet. Sebab, Soviet merupakan negara yang mendukung Republik Spanyol Kedua pada perang saudara di Spanyol.
Penolakan Spanyol tersebut mengurangi persaingan. Pada gelaran pertama Piala Eropa ini sudah dilakukan sistem pertandingan dua kali atau kandang-tandang.
Namun, putaran final di Perancis baru dilakukan di babak semifinal. Babak ini akhirnya didominasi negara-negara komunis. Hanya Perancis yang menjadi negara nonkomunis yang tampil di semifinal. Tiga negara lain adalah Uni Soviet, Yugoslavia, dan Cekoslovakia.
Uni Soviet menag 3-0 atas Cekoslovakia untuk melangkah ke final. Sedangkan tuan rumah Perancis dipaksa menyerah 4-5 oleh Yugoslavia. Partai final pun menampilkan dua negara komunis, Uni Soviet dan Yugoslavia. Pada partai final Stadion Parc des Princes, 10 Juli 1960, Uni Soviet akhirnya tampil sebagai jaura Piala Eropa pertama, setelah mengalahkan Yugoslavia 2-1 melalui perpanjangan waktu.
Sedangkan Cekoslovakia menegaskan dominasi negara komunis setelah mengalahkan Perancis 2-0 dalam perebutan tempat ketiga.

2. Spanyol (2) VS Uni Soviet (1) - 1964 (Italia)
Piala Eropa 1964 diikuti  29 tim sejak babak kualifikasi. Pertandingan dilaksanakan dengan sistem gugur dan tandang-kandang. Luksemburg mendapat bye, sehingga langsung lolos ke putaran kedua.
Sejak awal, tuan rumah Piala Eropa belum ditentukan. Penentuan baru akan dilakukan setelah ketahuan siapa saja yang masuk semifinal. Di edisi ini masih babak semifinal yang digelar di satu negara.
Denmark menjadi tim kejutan yang akhirnya sukses ke semifinal, setelah mengalahkan Luksemburg. tiga semifinalis lainnya adalah tim besar, yakni Uni Soviet, Spanyol, dan Hungaria. Spanyol kemudian dipilih sebagai tuan rumah.
Spanyol sukses ke final, setelah mengalahkan Hungaria 2-1 melalui perpanjangan waktu. Sedangkan Uni Soviet menghajar Denmark 3-0.
Spanyol dan Uni Soviet pun akhirnya bertemu di babak final yang digelar di Stadion Santiago Bernabeu. Pertarungan kedua tim cukup sengit. Di depan 79.000 penonton, kedua tim menerapkan permainan menyerang.
Spanyol unggul lebih dulu berkat gol Pereda pada menit ke-6. Tapi, Uni Soviet bereaksi keras. Hanya dua menit kemudian, mereka menyamakan kedudukan. Marcelino kemudian memastikan kemenangan Spanol 2-1 setelah mencetak gol pada menit ke-84.



3. Italia (2) VS Yugoslavia (0) - 1968 (Italia)
PUTARAN akhir Piala Eropa 1968 yang digelar di Italia ini masih mempertandingkan empat tim atau semifinal. Tuan rumah baru dipilih setelah peserta semifinal diketahui. Namun, kali ini banyak perubahan signifikan.
Perubahan pertama pada namanya. Sebelumnya, turnamen ini diberi nama European Nations' Cup. Mulai 1968 nama turnamen adalah European Championship.
Selain itu, format kompetisi juga mengalami perubahan. Babak kualifikasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap penyisihan grup dan perempat final. Sistem pertandingan tetap menggunakan kandang-tandarng.
Pesertanya terdiri dari 31 tim. Mereka dibagi ke dalam 8 grup. Khusus grup 4 hanya diisi 3 tim. Juara grup akan tampil di babak perempat final.

Penyisihan grup dilakukan pada 1966 sampai 1968. Babak perempat final harus selesai pada 1968 untuk menentukan peserta semifinal. Jika sudah diketahui tim yang lolos ke semifinal, tuan rumah baru ditentukan.
Dalam babak penyisihan grup mulai diperkenalkan nilai hasil pertandingan. Kemenangan bernilai 2 poin, seri 1 poin, dan kalah tanpa poin. Saat itu belum ada penilaian gol tandang.
Babak semifinal akhirnya dihuni Italia yang sekaligus terpilih sebagai tuan rumah, Uni Soviet, Yugoslavia, dan Inggris. Italia mengalahkan Uni Soviet dalam adu penalti, setelah pertandingan berakhir 0-0. Sedangkan di semifinal lainnya, Yugoslavia mengalahkan Inggris 1-0.
Di final, Italia lawan Yugoslavia berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu. Sehingga, pertandingan ulangan dilakukan dua hari berikutnya. Italia akhirnya tampil sebagai juara setelah menang 2-0. Sedangkan Inggris merebut tempat ketiga setelah menang 2-0 atas Uni Soviet.


4. Jerman Barat (3) VS Uni Soviet (0) - 1972 (Belgia)
Uni Soviet untuk membuktikan tidak cocok untuk Jerman Barat di final Kejuaraan Eropa UEFA 1972, dengan mematikan senjata Gerd pelatih Helmut Schon's Müller membantu dirinya untuk dua gol lebih banyak di Brussels.
juara Eropa Italia runner-up di Piala Dunia FIFA 1970, tapi mereka jauh dari favorit untuk mempertahankan gelar Eropa mereka pada tahun 1972. Lebih jauh ke utara, pelatih Jerman Barat Helmut Schon adalah merakit banyak tim menganggap sebagai rahmat terbesar bagi kompetisi dan sisi terbaik yang pernah Jerman.
Menggambar elemen-elemen terbaik dari titans Bundesliga FC Bayern Muenchen dan VfL Borussia Mönchengladbach, schön dibuat sebuah lineup awesome. Franz Beckenbauer mundur untuk menjadi yang pertama dari penyapu menyerang besar; menyerang bek kiri Paul Breitner dan Uli Hoeness ke depan adalah penambahan muda hebat dan Günter Netzer dipanggil kembali untuk menambahkan bakat, kesombongan dan mengalir kunci pirang ke lapangan tengah.
Memimpin line, tentu saja, adalah ', Der Bomber "Gerd Müller sendiri. Sebuah finisher tertinggi, ia berada di puncak kekuasaan dan mencetak enam di kelompok kualifikasi sebagai Jerman Barat romped ke babak perempat final. Di sana mereka menghadapi saingan lama Inggris dan dikonfirmasikan kelas mereka dengan kemenangan 3-1 di Wembley, pertama mereka di stadion terkenal. Müller memberikan kontribusi salah satu tujuan dan kebuntuan 0-0 di leg kembali berarti Jerman Barat sampai acara utama.

Semi finalis lainnya-tampaknya tidak lebih dari pemain pembantu, dan meskipun Uni Soviet mencapai tahap terakhir untuk keempat kalinya berturut-turut dengan lain menang atas Yugoslavia di perempat final, mereka bukan tim yang mereka digunakan untuk menjadi. Demikian pula, tuan rumah Belgia kehilangan gelandang umum Wilfried Van Moer untuk patah kaki saat mereka marah pemegang Italia dan Hongaria membutuhkan play-off untuk mengalahkan Rumania, pihak mereka dicukur dari individu-individu yang menyilaukan tua.
keuntungan Depan gagal untuk melayani Belgia dengan cara yang sama itu membantu Spanyol dan Italia dalam dua edisi sebelumnya dan mimpi-mimpi mereka padam di Antwerp sebagai Müller menghantam dua kali untuk Jerman dalam kemenangan 2-1. Dengan itu, pekerjaan untuk menghentikan raksasa Jerman akhirnya jatuh ke tangan Soviet, yang bermata Hungaria masa lalu di Brussels courtesy dari upaya Konkov Anatoli. Sebelum dua kandidat judul bisa bertemu, meskipun, Belgia sndiri tempat di podium dengan melihat dari Hungaria 2-1 di tempat-ketiga play-off.
Final itu sendiri adalah persoalan sepihak, dengan Netzer dan Beckenbauer angkuh di lini tengah dan Müller membantu dirinya untuk brace lagi. Herbert Wimmer mencetak gol lain sebagai orang Jerman merayakan keberhasilan gemilang 3-0, masih merupakan margin kemenangan terbesar di final Kejuaraan Eropa UEFA. "Segala sesuatu bekerja," kenang Müller. "Kami punya harmoni yang baik dan saling memahami dengan sangat baik. Itu juga berlaku untuk ketika kami berada di lapangan Anda tidak dapat meminta lebih banyak.." Fondasi telah diletakkan untuk Jerman Barat sukses Piala Dunia FIFA dua tahun kemudian.


5. Cekoslowakia (2) VS Jerman Barat (2),Penalti (5-4) - 1976 (Yugoslavia)
 FINAL Piala Eropa 1976 yang mempertemukan Cekoslovakia dan Jerman Barat dianggap sebagai final terbaik sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Eropa (saat itu). Sebab, partai pamungkas tersebut mempertontonkan sepak bola menyerang, semangat pantang menyerah, serta ketegangan dalam drama adu penalti. Ini juga melahirkan kejutan besar.

Kejuaraan sepak bola antarnegara Eropa kelima ini menjadi turnamen terakhir dengan format empat besar. Namun, sebelumnya tetap diikuti babak kualifikasi. Sebanyak 32 negara ikut serta yang dibagi dalam 8 grup. Juara akan masuk perempat final yang juga memakai sistem kandang tandang. Pada waktu itu, kemenangan masih diberi nilai 2. Pemenang di perempat final itulah yang kemudian lolos ke putaran final di Yugoslavia alias semifinal.

Empat tim yang mengikuti putaran final adalah Cekoslovakia, Belanda, Jerman Barat, dan Yugoslavia. Putaran ini dipuji memiliki kualitas tinggi karena pertandingan harus berakhir dengan babak perpanjangan waktu.
Jalan Cekoslowakia untuk tampil sebagai juara tidak mudah. Di pertandingan pertama, mereka harus bertemu Belanda di Zagreb. Di atas kertas, Belanda yang memiliki pemain bintang seperti Johan Cruyff jelas lebih diunggulkan. Apalagi, dua tahun sebelumnya mereka tampil cemerlang di Piala Dunia. Meski kalah di final oleh Jerman Barat, namun Belanda dianggap membawa gaya sepak bola baru, total football, yang ditakuti banyak tim. Namun, faktanya Cekoslovakia membuat kejutkan dengan menekuk Belanda 3-1 dan lolos ke final.
Keberhasilan Antonin Panenka dan kawan-kawan tidak terlepas dari cara mereka meminimalisasi peran Cruyff dan Wim van Hanegem yang menjadi tumpuan Belanda. Dengan cara itu, Cekoslowakia mampu unggul terlebih dulu berkat gol yang diciptakan Anton Ondrus pada pertengahan babak pertama. Ondrus berhasil menjebol gawang Belanda setelah memaksimalkan umpan tendangan bebas Antonin Panenka.
Cekoslowakia harus bermain sepuluh orang setelah Jaroslav Pollak diberi kartu merah pada babak kedua. Sialnya lagi, Cekoslowakia harus kebobolan oleh gol bunuh diri Ondrus pada menit ke-77.
Kedudukan imbang membuat pertandingan memanas. Belanda pun terpaksa bermain sepuluh orang setelah Johan Neeskens mendapatkan kartu merah sebelum memasuki perpanjangan waktu.
Ambisi Belanda untuk meraih kemenangan semakin sulit setelah Van Hanegem  mendapatkan kartu merah. Cekoslovakia pun akhirnya berhasil menundukkan Belanda berkat dua gol tambahan yang diciptakan Frantisek Vesely dan Veseley.
Pertandingan semifinal lainnya antara Jerman Barat melawan Yugoslavia tak kalah seru. Belgrade nyaris menjadi kuburan bagi sang juara bertahan Jerman Barat setelah tertinggal 0-2 pada babak pertama. Namun, pelatih Helmut Schoen menolak menyerah dan memasukkan dua pemain pengganti yang mengubah hasil pertandingan. Heinz Flohe dan Dieter Mueller mencetak gol balasan sehingga Jerman Barat berhasil memaksa Yugoslavia bermain dalam babak perpanjangan waktu.
Jerman Barat perlu berterima kasih kepada Mueller. Dia mencetak dua gol untuk melengkapi torehan hat-trick sehingga Jerman Barat meraih kemenangan 4-2.
Di babak final, Cekoslovakia tampil sangat impresif. Betapa tidak, Cekoslovakia hanya membutuhkan delapan menit untuk membobol gawang Jerman Barat yang tampil sebagai juara bertahan. Jan Svehlik berhasil menaklukkan Sepp Maier. Gol yang diciptakan Svehlik tercatat sebagai gol tercepat di ajang ini. Karol Dobias kemudian menggandakan keunggulan Cekoslovakia pada menit ke-26.
Jerman Barat bangkit. Mueller membalas melalui gol tendangan voli akrobatik. Akhirnya, Jerman Barat menyamakan kedudukan setelah Bernd Holzenbein mencetak gol pada menit ke-69.
Kedua tim terpaksa harus melakoni babak adu penalti setelah tidak ada gol yang tercipta pada babak tambahan. Sebagai catatan, ini merupakan final pertama Piala Eropa yang harus ditentukan melalui adu penalti.
Drama adu penalti ini menyajikan ketagangan luar biasa. Ketagangan muncul saat penendang keempat dari Jerman Barat, Uli Hoeness, gagal mengeksekusi penalti. Antonin Panenka yang menjadi penembak penalti kelima berhasil mengantarkan Cekoslovakia juara.

Penalti yang dieksekusi Panenka menjadi bahan pembicaraan. Meski dilanda tekanan karena eksekusinya sangat berpengaruh pada hasil pertandingan, Panenka dengan sangat tenang mengecoh Sepp Maier. Melihat sang kiper akan bergerak ke kiri, Panenka mencungkil bola ke arah tengah, posisi awal Maier.
Paneka mengakui berlatih eksekusi tersebut bersama kiper Zdenek Hruska yang merupakan rekan setimnya di Bohemians Prague. "Saya memutuskan lebih mudah berpura-pura menembak bola, kemudian mencungkil bola ke tengah gawang. Saya melakukannya saat berlatih dan berhasil."
Cekoslowakia pun membuat kejutan besar. Tim yang sebelumnya tak diperhitungkan, justru menyingkirkan dua raksasa dunia saat itu, Belanda dan Jerman, untuk menjadi juara. Saat itu, Jerman dan Belanda merupakan klub raksasa Eropa, bahkan dunia. Mereka memiliki bintang-bintang fenomenal dan permainan yang dahsyat.

6. Jerman Barat (2) VS Belgia (1) - 1980 (Italia)
Keberhasilan UEFA Kejuaraan Eropa 1976 makan suara gemuruh untuk lebih banyak tempat di turnamen akhir, dan UEFA menanggapinya dengan dua kali lipat jumlah peserta kompetisi kembali ke Italia untuk kedua kalinya.
Dengan delapan tim sekarang terlibat, bukan empat, para kandidat dibagi menjadi dua kelompok, dari mana pemenang untuk maju langsung ke final. Di lain perubahan prosedur, salah satu dari delapan tempat masuk secara otomatis ke host Vincenzo Bearzot, tapi tanpa ditangguhkan striker Paolo Rossi mereka menghadapi perjuangan berat di bagian juga menampilkan Inggris, Belgia dan Spanyol.
Jika kecil itu diharapkan dari Spanyol, Inggris telah menyerbu melalui kualifikasi dan memiliki striker kelas dunia pada tahun 1978 dan 1979 pemain terbaik Eropa Tahun, Kevin Keegan. Hamburger SV as tidak dapat menemukan sasaran, namun, dan setelah membuka dengan hasil imbang 1-1 melawan Belgia, ambisi Inggris menguap dengan kerugian 1-0 untuk Italia. Italia telah dimulai dengan hasil imbang tanpa gol melawan Spanyol, dan mereka juga jatuh setelah ditahan ke scoreline sama oleh Belgia, yang tiba-tiba melalui berkat pertama mereka akhir utama pasukan baik dan pembinaan yang sangat baik dari Guy Thys.
Di bagian lain dari menarik, Jerman Barat voyaged selatan dengan tim direvitalisasi didorong oleh Karl-Heinz Rummenigge dan 20 tahun Bernd Schuster. Seorang playmaker dalam cetakan Günter Netzer, Schuster punya beberapa sama dengan di dunia sepakbola pada saat itu. "Saya tidak berpikir yang pernah saya lihat seperti pemain yang sempurna," puji rekan satu timnya Horst Hrubesch. "Bernd adalah pemain yang luar biasa dalam tim la terhubung semuanya.."

Jerman mulai dengan mendapatkan balas dendam pada Cekoslovakia, yang mengalahkan mereka di tahun 1976 akhir, dan memastikan dari dermaga di final dengan sukses sama-sama memuaskan 3-2 melawan saingan Belanda. Dua gol Belanda terlambat hampir dibatalkan hat-trick dari Klaus Allofs, tapi sisi Jupp Derwall yang diadakan pada sebelum menyelesaikan fase grup dengan menggambar 0-0 dengan Yunani.
Tanpa-semi final di bawah format baru, yang cocok berikutnya membawa bersama Italia dan Ceko untuk menentukan tempat ketiga. Itu adalah pemegang yang menang, menegaskan kembali hukuman mereka kekuatan tembak-out setelah kontes mengecewakan berakhir 1-1. Itu terbukti terakhir kali tempat-ketiga play-off yang pernah diadakan.
Untungnya, final itu sendiri disediakan hiburan yang lebih banyak meskipun Jerman-naksir mengambil memimpin awal ketika Hrubesch dipecat rumah setelah sepuluh menit. Kedua-tekanan setengah mengakibatkan hukuman untuk Belgia, René Vandereycken yang dikirim, tetapi seperti pada tahun 1976 Jerman mencetak gol malam - dan kali ini pemenangnya. Hrubesch, yang hanya di sisi karena patah kaki Klaus Fischer, adalah pahlawan lagi saat ia berjalan di sudut Rummenigge untuk merebut kembali mahkota Eropa. 


7. Perancis (2) VS Spanyol (0) - 1984 (Perancis)
 Masa Depan Presiden UEFA Michel Platini adalah bintang dari UEFA Kejuaraan Eropa 1984, mencetak gol pembuka di final menang 2-0 Perancis melawan Spanyol untuk mengambil totalnya terhadap sembilan gol untuk final.
Dua minggu yang gemilang membuat sepak bola UEFA Piala Eropa 1984 yang terbaik lagi, dan sebagian besar bakat di layar milik penghuni flamboyan.
Prancis telah bersinar perjalanan menuju Piala Dunia 1982 FIFA semi-final dan dua tahun dalam tim Michel Hidalgo bahkan tampak lebih siap. Baru kiper Joel Bats ditambah kemampuan kelas dunia antara posting sementara Luis Fernandez ditimbang dalam dengan tackles di lini tengah, bergabung dengan trio kreatif Michel Platini, Alain Giresse dan Jean Tigana untuk membentuk "Le Carré Magique" - alun-alun sihir.
Tidak dapat memiliki kuartet lini tengah menjadi lebih berbakat di sepakbola dunia pada waktu dan Platini, khususnya, adalah permata yang langka. Elegan, cerdas, nakal dan pencinta kesempatan besar, bintang Juventus juga membual catatan skor yang luar biasa. Dia memasuki turnamen sebagai top-gol di Serie A selama dua musim terakhir dan serangan itu akan membuktikan penting dengan sisi yang telah gagal untuk menghasilkan pencetak gol reguler sejak Just Fontaine.

Platini memberikan kontribusi satu-satunya gol di hari pembukaan Perancis menang 1-0 atas Denmark dan ia mengikuti dengan topi-trik melawan Belgia dan Yugoslavia sebagai Les Bleus berlari keluar 5-0 dan 3-2 atas pemenang Grup 1. Di belakang mereka, Denmark juara kedua, dan dengan semifinal kembali agenda singkat setelah ketidakhadiran mereka pada tahun 1980, pasukan berhasil menampilkan pemain seperti Preben Elkjær dan Morten dan Jesper Olsen bisa berharap untuk suatu konfrontasi terakhir-empat di Lyon.
Di sana mereka akan mengambil 2 pemenang Grup Spanyol, yang menarik dicatat 1-1 dengan Rumania dan Portugal sebelum Antonio Maceda Frances memberi mereka napas terakhir-menang atas Jerman Barat. Yang mengirim Jerman jatuh keluar dan membiarkan Portugal untuk merebut tempat kedua dan terakhir pertemuan empat menakutkan dengan host di Marseille. Spanyol maju ke final dengan mengatasi Denmark adu penalti, tapi turnamen itu milik Prancis dan Platini. Dalam epik semi-final, terpaksa Jordão waktu ekstra untuk Portugal dan sensasional memberi mereka unggul 2-1 setelah 98 menit. Les Bleus Namun, menolak untuk wajah kekalahan dan menyamakan kedudukan melalui Jean-François Domergue sebelum Tigana tee up Platini menyerang pemenang terlupakan menit dari waktu.

Jika harapan bangsa tampaknya cacat Perancis di babak pertama final di des Parc baru Princes, mereka berbakat terobosan ketika Platini itu 57 menit free kick menggeliat di bawah kiper Spanyol Luis Arconada untuk tujuan kesembilan di lima pertandingan. Perancis kemudian harus Yvon Le Roux dikirim, tetapi mereka menyelesaikan tugas mereka ketika Bruno Bellone mencetak terlambat untuk menyelesaikan sebuah kemenangan 2-0 dan klaim piala besar pertama. "Itu adalah sukacita yang besar untuk menjadi juara," jelas Platini. "Untuk melakukan itu di depan fans kami sendiri adalah icing pada kue."


8. Belanda (2) VS Uni Soviet (0) - 1988 (Jerman Barat)
Belanda memenangi gelar pertama mereka berkat gol-gol Ruud Gullit dan Van Basten serta penyelamatan penalti Hans van Breukelen.
Didukung fans yang meng-oranye-kan Olympiastadion, Munich, Belanda berhasil mematahkan trauma yang menghantui mereka pada 1974. Final dimainkan di tempat yang sama ketika Johan Cruyff dkk lolos ke babak puncak Piala Dunia. Kali ini, Michels tersenyum berkat penampilan gemilang Gullit, Frank Rijkaard, dan Van Basten.


Pada menit ke-32, umpan silang Erwin Koeman diteruskan Van Basten dengan sundulan ke arah Gullit, yang langsung melepaskan sundulan bertenaga untuk menaklukkan Rinat Dassayev.
Delapan menit setelah jeda, umpan silang Arnold Muhren ke tiang jauh disambut tendangan voli spektakuler Van Basten. Dassayev tak berdaya menghadang laju bola dari sudut sempit itu.
Tertinggal dua gol, Soviet bangkit membalas. Tiga menit berselang, tendangan Igor Belanov menghantam tiang dan Van Breukelen menyebabkan penalti. Namun, sang kiper mengobati kesalahannya dengan membendung eksekusi Belanov. Belanda pun mempertahankan keunggulan 2-0 hingga usai.



9. Denmark (2) VS Jerman (0) - 1992 (Swedia)
Denmark, Dinamit yang meledak, meluluhlantakkan para unggulan juara Piala Eropa. MEngubur mimpi Jerman untuk kembali berjaya.
Diundang untuk menggantikan Yugoslavia pada menit terakhir, Denmark baru saja dua minggu untuk mempersiapkan untuk EURO '92, tapi orang Richard Moller-Nielsen sukses luar biasa, mengalahkan Jerman 2-0 di final.

Piala Eropa 1992 mungkin belum bulan terbaik untuk dapur dekorasi, tetapi sarat dengan kenangan untuk romantis sepakbola di mana-mana. Setelah gagal untuk memenuhi syarat, Denmark diundang untuk menggantikan Yugoslavia di menit terakhir, dan mereka dengan senang hati membuang musim panas mereka berencana untuk menjadi juara tidak mungkin Eropa.

"Seharusnya aku dimasukkan ke dalam dapur baru tapi kemudian kami dipanggil untuk bermain di Swedia," kenang pelatih Denmark Richard Moller-Nielsen lama setelah kemenangan mereka. "Dapur selesai sekarang aku punya dekorator profesional melakukannya.." Meskipun jelas profesional di domain sendiri, ada appealingly bobrok merasa tentang sisi Denmark, dan sama sekali mereka baru saja dua minggu untuk mempersiapkan setelah Yugoslavia dilarang karena krisis Balkan berkembang.
Dalam pukulan lebih lanjut untuk prospek mereka, cemerlang playmaker Michael Laudrup memutuskan untuk tidak mengambil bagian, sehingga tidak mengherankan ketika mereka mulai dengan menggambar dengan cekatan tim Inggris 0-0. Juga tidak ada guncangan ketika mereka kalah 1-0 untuk tuan rumah Swedia mereka, yang diberi menyerang nyata dengan semangat pendatang baru Tomas Brolin dan Martin Dahlin. Apa yang lebih dari tempat itu kemenangan 2-1 atas Perancis Michel Platini yang dalam mereka terakhir Grup 1 tamasya yang diterima mereka dermaga semi final sebagai runner-up ke Swedia.
Jika perubahan berembus di benua itu terpengaruh Kelompok 1, mereka juga dirasakan di Grup 2, di mana Jerman menerjunkan tim terpadu untuk pertama dan Uni Soviet dibubarkan sekarang-bersaing sebagai Commonwealth of Independent States (CIS). Pemegang Belanda keluar di atas, bagaimanapun, dengan menarik striker Dennis Bergkamp muda membuat perbedaan terhadap CIS sebelum mencetak gol di mereka menang 3-1 atas Jerman kedua ditempatkan.
Bergkamp juga menemukan target untuk Belanda di semifinal, namun dengan Henrik Larsen mencolok dua kali untuk Denmark butuh equaliser Frank Rijkaard akhir untuk membawa pertandingan ke perpanjangan waktu. Dan tanpa gol lebih terbuka, riang ditembak-stopper Peter Schmeichel ditambahkan ke buzz-nya sekitar menampilkan pahlawan dengan menyangkal 1988 Marco van Basten dalam tembak-menembak, rendah menyelam ke kiri untuk melontarkan Denmark ke final.
pria Moller-Nielsen jauh dari selesai di sana. Menghadapi Jerman Berti Vogts di Gothenburg setelah Karlheinz Riedle's brace telah dieliminasi Swedia 3-2, mereka tercengang menyaksikan dunia ketika John Jensen melaju di setelah 18 menit. Tujuan adalah langka untuk gelandang, tapi ini bukan turnamen biasa dan Kim Vilfort selesai dongeng dengan menambahkan kedua. Cobalah sebagai Jerman mungkin untuk memukul kembali, sebuah Schmeichel terinspirasi terus segala sesuatu yang dilemparkan padanya - termasuk wastafel dapur


10. Jerman (2) VS Rep.Ceko (1) - 1996 (Inggris)
 Peraturan baru berupa golden goal atau gol emas diterapkan di Piala Eropa 1996. Ini menjadi berkah bagi Jerman. Mereka akhirnya juara berkat gol emas Oliver Bierhoff pada menit ke-95 yang membuat Jerman menang 2-1. Sebelumnya, dalam 90 menit kedua tim bermain imbang 1-1.
Gelar ini semakin mengukuhkan Jerman sebagai negara terbaik di Eropa dengan torehan tiga gelar. Dua piala sebelumnya mereka raih pada tahun 1972 dan 1980.
Sebaliknya, gol emas menjadi petaka buat Republik Ceko yang menjadi lawan Jerman di final. Karena gol emas Bierhoff itu, segalanya menjadi selesai, meski perpanjangan waktu baru berlangsung 5 menit.
Gol emas untuk menentukan pemenang di masa perpanjangan waktu, jika kedua tim tetap bermain imbang dalam 90 menit. Begitu ada yang mencetak gol, tim yang mencetak gol langsung menjadi pemenangnya dan pertandingan berhenti, meski perpanjangan waktu belum mencapai dua kali 15 menit. Sebab itu, gol emas juga disebut sudden death.
Banyak fakta menarik yang muncul di Piala Eropa 1996, selain gol emas. Inggris untuk pertama kalinya menyelenggarakan pagelaran terbesar negara-negara Eropa ini.
Selain itu, untuk pertama kalinya putaran final Piala Eropa diikuti 16 tim dan terbagi menjadi empat grup. Sebelumnya, Piala Eropa hanya diikuti oleh delapan tim dan hanya terbagi menjadi dua grup saja. Membludaknya peserta Piala Eropa 1996 ini tak lepas dari pecahnya Cekoslowakia (menjadi Republik Ceko dan Slovakia) pada tahun 1993 serta terpecahnya Yugoslavia dan Uni Soviet.
Perubahan lain adalah sebutan dari Piala Eropa. Jika sebelumnya Uni Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengunakan sebutan UEFA European Championship untuk kompetisi empat tahunan ini, di tahun 1996 UEFA menggantinya dengan sebutan Euro.
Di balik keperkasaan Jerman dan beberapa fakta baru lainnya, kejutan dari Republik Ceko juga layak untuk diperbincangkan. Tak masuk dalam kategori favorit, Rep. Ceko justru mampu tampil hingga partai puncak. Padahal, ini merupakan penampilan perdana mereka di Piala Eropa sejak Cekoslowakia terpecah.
Kemilau Rep. Ceko sudah terlihat sejak babak penyisihan grup. Tergabung bersama Jerman, Italia, dan Rusia di Grup C, Jiri Nemec dkk tampil brilian dengan memaksa Italia harus angkat koper lebih dulu.
Portugal menjadi korban Rep. Ceko selanjutnya. Berhadapan di perempat final, Portugal dipaksa tunduk dengan skor tipis 1-0. Kegemilangan negara pecahan Cekoslowakia tersebut berlanjut dalam laga semifinal. Mereka mampu menyingkirkan Perancis lewat babak adu penalti. Rep. Ceko hampir saja mencatatkan sejarah jika tak kalah tipis 1-2 dari Jerman di partai puncak, sebab mereka unggul lebih dulu.
Jerman akhirnya menyamakan kedudukan dan memaksa dilakukan perpanjangan waktu. Di situlah Jerman mengambil keuntungan peraturan gol emas dan tampil sebagai juara. Di situ pula Rep. Ceko tertimpa petaka karena gol emas mengakhiri perjuangan mereka untuk mengulang sukses juara seperti saat mereka masih bersatu dalam negar Cekoslovakia pada 1976.

11. Perancis (2) VS Italia (1) - 2000 (Belgia/Belanda)
Italia hampir saja meraih gelar juara, tetapi genggaman itu lepas berkat gol menit terakhir Prancis. Pada babak perpanjangan waktu, Prancis berhasil menang dramatis sehingga merebut gelar Euro untuk kali kedua sepanjang sejarah.
Roger Lemerre dan Dino Zoff mengubah susunan tim inti mereka untuk final. Youri Djorkaeff dan Christophe Dugarry dipasang sejak awal, sementara Marco Delvecchio mengisi posisi Filippo Inzaghi.
Menit 55, Italia memimpin setelah umpan silang Gianluca Pessotto disambar Delvecchio dari sudut sempit. Alessandro del Piero hampir menambah keunggulan beberapa menit kemudian, sementara Toldo berhasil membendung setiap gempuran Prancis.
Lemerre kemudian memasukkan David Trezeguet untuk menambah daya gedor Prancis. Saat Italia sudah bersiap merayakan kemenangan di pinggir lapangan, Sylvain Wiltord membuyarkan keunggulan dengan hitungan detik sebelum waktu normal berakhir.

Memasuki perpanjangan waktu, perjuangan Prancis membuahkan hasil pada menit ke-103. Umpan silang Robert Pires dituntaskan tendangan keras Trezeguet untuk menghasilkan gol emas yang membuahkan gelar juara bagi Les Bleus.


12. Yunani (1) VS Portugal (1) - 2004 (Portugal)
Final Euro 2004 menampilkan Portugal dan Yunani, dua tim yang baru kali pertama menembus babak puncak kejuaraan antarnegara Eropa ini. Selain itu, untuk kali pertama turnamen dibuka dan ditutup dengan pertandingan yang sama.
Jika Portugal memang sudah diprediksi tampil di laga puncak karena berstatus sebagai tuan rumah, tidak demikian halnya dengan Yunani. Datang sebagai tim yang tidak pernah menang di turnamen besar yang pernah mereka ikuti, Piala Eropa 1980 dan Piala Dunia 1994, Yunani diremehkan.
Namun, pasukan Otto Rehhagel ini tampil dengan kekompakan luar biasa dengan disiplin yang kuat di lini pertahanan. Yunani mengandalkan serangan balik dan terbukti sejumlah tim pun berhasil mereka kalahkan.
Seperti sudah diterka, Portugal mendominasi awal pertandingan dan menghujani pertahanan Yunani dengan serangan demi serangan. Namun, "bajak laut" Yunani pun tampil perkasa dan mampu membendung setiap ancaman yang dilancarkan tuan rumah.

Rasa frustrasi tuan rumah kian memuncak pada menit ke-57. Angelos Charisteas menyambar tendangan penjuru Angelos Basinas untuk membawa Yunani unggul. Portugal kian bernafsu menyerang, sekaligus panik. Sisa pertandingan ditambah lima menit injury time tidak mampu dimanfaatkan Luis Figo, Cristiano Ronaldo, Rui Costa dkk untuk menyamakan kedudukan.
Untuk kali pertama sepanjang sejarah turnamen, tuan rumah yang tampil di final gagal menjadi juara. Namun, cerita sesungguhnya adalah dongeng Yunani, tim yang dipandang sebelah mata, menjadi raja sepakbola Eropa.
 

13. Spanyol (1) VS Jerman (0) - 2008 (Austria/Swiss)
Spanyol menjadi juara Eropa untuk kali pertama sejak 1964 berkat gol tunggal Fernando Torres ke gawang Jerman pada laga final yang menghibur di Wina.

Jerman berjuang mencari gelar keempat mereka di Euro, tetapi kapten Michael Ballack mengalami masalah betus. Sementara, Spanyol tampil tanpa diperkuat striker David Villa, topskor turnamen, karena cedera paha. Posisi Villa ditempati Cesc Fabregas, yang tampil gemilang di semi-final.
Jerman awalnya mendominasi, tetapi kemudian Spanyol memberikan ancaman. Jens Lehmann secara refleks menyelamatkan umpan silang Andres Iniesta yang berbelok karena membentur Christoph Metzelder. Lehmann menjadi pemain tertua yang tampil di final Kejuaraan Eropa dengan usia 38 tahun.
Torres memecahkan kebuntuan pada menit ke-33. Umpan akurat Xavi memecah lini pertahanan Jerman. Torres berhasil mengungguli Lahm untuk berlari dan mencungkil bola melewati Lehmann yang maju menghadang.
Spanyol meraih peluang menggandakan keunggulan melalui sejumlah peluang, tetapi Jerman juga nyaris menyamakan kedudukan ketika Marcell Jansen dan Bastian Schweinsteiger bekerja sama memberikan kesempatan kepada Ballack untuk melepaskan tembakan yang meleset tipis.
Spanyol mempertahankan keunggulan sampai akhir pertandingan. Skor 1-0 cukup bagi Spanyol untuk menancapkan kuku mereka di sepakbola Eropa dan dunia.



Read More..

Senin, 09 April 2012

Stadion - Stadion Yang Dipakai EURO Cup 2012

5 komentar

Profile Stadion Lviv Euro 2012

Profile Stadion Lviv Euro 2012 – Sebelumnya agentaruhan.com sudah membahas Profile ke Tujuh Stadion untuk Euro 2012, berikut adalah stadion terakhir yang digunakan untuk penyelenggaraan Euro 2012 yaitu Stadion Arena Lviv. Arena Lviv adalah sebuah stadion di Lviv Ukraina. Ini adalah salah satu dari delapan Stadion untuk penyelenggaraan Euro 2012 UEFA, di mana ia akan menjadi tuan rumah tiga dari pertandingan grup di Euro 2012. Menurut proyek resmi, stadion memiliki kapasitas semua duduk berjumlah 34.915. Stadion ini juga merupakan kandang baru FC Karpaty Lviv sejak 10 Desember 2011.
Pekerjaan konstruksi dimulai pada tanggal 20 November 2008 dan selesai pada Oktober 2011. Upacara pembukaan berlangsung di 29 Oktober, dengan produksi teater besar yang didedikasikan untuk sejarah Lviv. Pertandingan sepak bola pertama di stadion ini dimainkan pada tanggal 15 November 2011, antara Ukraina dan Austria, berakhir 2-1. Pemain pertama yang mencetak gol di stadion baru adalah Artem Milevskiy di menit ke-16.
Nama akhir stadion ini belum diumumkan. Lemberg stadion, nama Lviv di Jerman, hanya salah satu nama yang dipertimbangkan. Walikota kota Lviv, Andriy Sadovy menyatakan bahwa masih ada satu tahun untuk menemukan nama untuk stadion. Menurut berita internet media lokal agentaruhan.com, walikota menjelaskan bahwa alasan etis ia tidak akan mengungkapkan proposisi-proposisi yang dijadwalkan akan diumumkan pada sebuah lelang di mana nama stadion akan dijual. Dia juga mencatat bahwa nama itu akan dibahas dengan administrasi Oblast lokal dan lembaga nasional dalam persiapan untuk Euro 2012.
Arsitek proyek asli Stadion ini adalah Konstruksi Hochtief yang juga menyelesaikan Arena Dnipro. Mereka membuat presentasi proyek mereka pada tanggal 21 Mei 2007 dan memperkenalkan nama Lemberg. Kapasitas asli dari stadion itu direncanakan 32.000 dengan total biaya 70.400.000 euro. Stadion ini direncanakan akan didirikan sebelum 2010. Para wakil Hochtief bertemu dengan Andriy Sadovy dan Myroslav Senyk (kepala dewan daerah setempat). Lviv pejabat mengklaim bahwa arena akan menelan biaya 60.000.000 euro dengan 75% dari jumlah yang harus dibayar oleh investor dan 25% oleh pemerintah kota. Pada awal 2008, Hochtief digantikan oleh AlpineBau perusahaan Austria. Setelah hampir satu tahun diskusi, tidak ada karya mulai dan dengan 10 Oktober 2008 menolak tawaran AlpineBau kota dari 85 juta euro, meminta setidaknya 100 juta.
Pada tanggal 23 Oktober 2008, administrasi Lviv yang dihubungi ISD (Uni Industri Donets Basin). ISD adalah perusahaan industri besar transnasional di Eropa Timur, menggabungkan beberapa industri termasuk pertambangan, konstruksi, metalurgi, mesin, bangunan, dan lainnya. Seperti waktu itu terbatas, pejabat kota mengadakan pembicaraan dengan perusahaan lain arsitektur Austria, Albert Wimmer, yang merancang Hypo-Arena di Klagenfurt. Bersama dengan yang lainnya dan perusahaan lokal, mereka datang dengan desain untuk stadion Ukraina. Pada tanggal 7 November Menteri Ekonomi menunjuk perusahaan Azovinteks proyek konstruksi sebagai kontraktor umum yang segera mengirim sekitar seratus pekerja, bersama dengan peralatan ke Lviv. Azovinteks berbasis di Mariupol dan merupakan bagian dari kelompok ISD.
Referensi deklarasi Menteri Kabinet Ukraina mengatakan bahwa pada bulan April 2010 pemerintah Ukraina ditransfer stadion ke dalam lingkup kontrol dari Departemen Olahraga, Keluarga, dan Pemuda untuk menstabilkan dan mempercepat pembangunan stadion. Sebelumnya, stadion itu milik direktorat pembangunan stadion di Lviv.
Pada tanggal 23 Juni 2010, wakil ketua Oblast Lviv Administrasi Negara Volodymyr Hubytsky memberitahukan ke anggota dewan Lviv bahwa pembiayaan Euro-2012 di kota Lviv telah meningkat sebesar lima miliar hryvna. Hubytsky juga mengatakan pemerintah telah dikonfirmasi program negara bertujuan untuk persiapan tahap final Euro 2012. Oblast Lviv ditugaskan hingga 16,4 miliar hryvnas untuk sepenuhnya menutupi pembangunan stadion dan bandara kota. Kepala pemerintahan oblast juga menyatakan bahwa tingkat konstruksi meningkat dan dengan 30 Agustus struktur tribun tercatat untuk tingkat kedua akan dipasang. Hubytsky mengatakan bahwa konsensus ditemukan dengan perusahaan negara Lviv yang setuju untuk menyerahkan bagian dari wilayahnya untuk pembangunan akses jalan didekati dan jaringan insinyur berbagai stadion.
Wakil ketua mengatakan bahwa 345 juta hryvnas dihabiskan pada semua proyek konstruksi pada tahun 2010, yang merupakan salah satu setengah kali lebih dari beberapa tahun sebelumnya (216 juta). Program negara memperkirakan pembiayaan dari semua Euro-2012-proyek terkait pada 5,7 miliar hryvnas, dari 4 miliar berasal dari anggaran negara, 1,35 dari investor, dan sisanya .36 miliar dari anggaran daerah.
Kapasitas stadion diperkirakan akan 34.915 penonton termasuk 450 VIP juga. Semua kursi akan dibahas, sementara bagian perakitan atap akan dibuat transparan untuk memberikan sinar matahari yang cukup bagi rumput. Parkir stadion akan terletak di bawah arena yang akan terdiri dari tiga tingkatan. Parkir untuk VIP akan mencakup 1593 spasi. Parkir untuk media lembaga akan mencakup 6.000 meter persegi. Juga akan ada parkir untuk lift khusus penyandang cacat dan akan memberikan bagian ke kursi yang juga dirancang dan disediakan untuk membiasakan personil yang diperlukan.
Bagian barat stadion 215,7 meter (708 kaki) akan mencakup:
Ruang Konser
VIP klub dan restoran 1.260 meter persegi
Media center 640 meter persegi
Berbagai pusat pelatihan 280 meter persegi
Administrasi kantor 780 meter persegi
Kantor dengan restoran 1.050 meter persegi
Stadion masa depan terletak di bagian selatan kota Lviv, dekat persimpangan jalan lingkar kota. Perhatikan bahwa Beltway kota adalah bagian dari E40 rute yang menghubungkan Wroclaw, Lviv, Kiev, dan Kharkiv. Lokasi stadion merupakan bagian dari kota raion Sykhiv Lviv, sedangkan stadion terletak tepat di sebelah Sykhiv perumahan massif. Berikutnya ke stadion ada terletak perlombaan kuda. Akses termudah ke Lviv Bandara Internasional oleh Beltway dan M11 rute. Bandara ini terletak di barat laut dari stadion.
Kota Lviv terkenal dengan jaringan trem nya. Sejak Ukraina memenangkan tender untuk Euro-2012 ada diskusi pada perluasan jaringan ke tepi selatan kota bawah Trem nama untuk Sykhiv. Pada tanggal 1 Desember 2009, kota Lviv membuka jalur dari Sykhiv ke Pidzamche di Terminal Rail Lviv juga. Namun pada 15 Juni 2010 jalur ini ditutup karena tidak menguntungkan.
Ada dua stadion besar lainnya di kota. Salah satunya adalah Stadion Ukraina yang disewakan kepada FC Karpaty Lviv sampai 2018. Ukraina Stadion ini juga salah satu stadion alternatif utama dari tim nasional sepak bola Ukraina. Selain stadion utama di Lviv ada juga Stadion SKA. Kedua stadion tersebut dekat ke pusat Lviv dari Arena Lviv. Stadion ini adalah salah satu tempat untuk UEFA Euro 2012. Tiga kelompok B pertandingan harus bermain di sana.
T

Profile Stadion Metalist Euro 2012


Profile Stadion Metalist Euro 2012 – Pada pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang beberapa stadion di polandia maupun di ukraina, dan berikut agentaruhan akan membahas salah satu stadion yang cukup megah yang dipakai untuk perlaksanaan Euro 2012. Stadion Metalist adalah sebuah stadion multi guna di Kharkov, Ukraina. Saat ini digunakan terutama untuk pertandingan sepak bola dan merupakan rumah dari FC Metalist Kharkiv. Stadion ini merupakan salah satu stadion untuk ajang Euro 2012, saat ini persediaan kursi untuk stadion tersebut sebanyak 38.633.
Pembangunan stadion dimulai pada tahun 1925 atas perintah Anastas Mikoyan di lokasi pemakaman Roh Kudus. Dibuka pada tanggal 12 September 1926, stadion baru ini dikenal sebagai “Traktor”, seperti yang kemudian disponsori oleh pabrik produksi traktor lokal. Sebelum Perang Dunia II, fasilitas ini berganti nama Stadion Dzerzhynets untuk menghormati Felix Dzerzhinsky, kepala pertama dari Cheka tersebut. Sejak tahun 1967, telah ditanggung pengusaha yang sekarang, dalam tahun yang sama, kapasitas stadion mencapai 10.000.
Termasuk perbaikan untuk Euro 2012, stadion ini telah mengalami renovasi empat kali selama sejarahnya. Yang pertama terjadi di pertengahan 1960-an, ketika bagian barat struktur itu direnovasi. Selanjutnya, mulai tahun 1970 dan selesai empat tahun kemudian, melihat penambahan utara dan tribun selatan, meningkatkan kapasitas untuk 30.000. Arsitek untuk proyek tersebut adalah Yu Tabakova. Juga ditambahkan adalah atap pertama stadion dan sistem drainase, serta lampu sorot, sebuah panel informasi, dan sebuah hotel, yang terletak di bagian utara dan ruang olahraga.
Renovasi ketiga dimulai pada tahun 1979 untuk merenovasi tribun Timur dan Selatan tetapi selesai hanya tiga dekade kemudian. Setelah pembongkaran Stand Selatan pada tahun itu, pembangunan dihentikan tanpa batas waktu, melanjutkan hanya pada tahun 1998 setelah tertunda hampir dua puluh tahun. Sebuah Stand Timur dan Stand Selatan kembali yang didirikan.
Set keempat Metalist tentang renovasi diperintahkan dalam persiapan untuk Euro 2012. Bagian Selatan telah selesai dan Bagian Timur benar-benar baru dibangun. Atap penggantian, modernisasi umum lainnya dan perbaikan estetika diselesaikan pada akhir 2009. Pada tanggal 5 Desember 2009, stadion direnovasi secara resmi dibuka pada hari ulang tahun ke-50 Presiden Metalist Kharkiv itu, Oleksandr Yaroslavsky.
Bagian Selatan berisi pusat perbelanjaan, pusat bisnis. Kantor-kantor yang disewakan di sini oleh UkrSibbank, beberapa bisnis lokal, dan bank lain. Ada apotek, kantor medis, agen travel, dan usaha lainnya. Stadion ini adalah salah satu tempat untuk UEFA Euro 2012. Tiga kelompok B pertandingan harus bermain di sana.

Profile Stadion Miejski Euro 2012

Profile Stadion Miejski Euro 2012 – City Stadium atau Stadion Miejski di Polandia adalah tanah rumah Lech Poznan dan Warta Poznan, dan merupakan salah satu tempat untuk putaran final Euro 2012. Ini memiliki kapasitas liga 43.269 (semua duduk). Stadion ini awalnya dibangun antara 1968 dan 1980. Dari dinobatkan pada bulan Agustus 1980 Lech Pozna? telah menggunakan tanah sebagai tempat utama; sejak 2010 itu juga telah digunakan oleh Warta Poznan. Tanah ini terletak di jalan Bulgarska di bagian barat daya kota.
Pada tahun-tahun 2003-2010 stadion menjalani rekonstruksi lengkap, termasuk pembangunan empat berdiri fullly ditutupi baru. Saat itu adalah stadion kelima terbesar di Polandia (setelah National Stadium, Silesia Stadium, Stadion Municipal di Wroclaw dan PGE Arena Gda?sk) dan ketiga terbesar di Ekstraklasa (setelah yang terakhir dua). Pembukaan setelah renovasi terakhir berlangsung pada 20 September 2010, dengan konser Tour Sting Symphonicity.
Konstruksi karya Stadion Kota dimulai pada 1968. Seperti stadion yang paling dalam saat-saat itu dibangun di atas bukit buatan di mana bangku-bangku beton dan mahkota stadion kemudian terbentuk. Konstruksi terdiri dari tiga stand (dalam gaya berbentuk U karakteristik), sementara tempat yang didedikasikan untuk berdiri keempat dibiarkan bebas. Kolam renang dan gym seharusnya dibangun di sana, namun rencana ini tidak terlaksana. Butuh waktu hampir 12 tahun untuk menyelesaikan seluruh struktur. Pertandingan pertama di stadion baru Lech Poznan dimainkan pada tanggal 23 Agustus 1980 dengan penonton 18.000 orang. Pertandingan antara Kolejorz dan Lublin berakhir dengan berakhir imbang 1-1. Para pencetak gol pertama bagi tim tuan rumah di stadion baru adalah Mark Skurczynski.
Enam tahun kemudian elemen yang paling spesifik dari stadion dibangun – empat tiang ketinggian 56-meter dengan lampu sorot yang jumlah iluminansi adalah 1890 lux. Lampu sorot Pertama kali digunakan pada pertandingan antara tim Nasional Polandia dan Yunani (2-1).
Kehadiran catatan tercatat pada 8 April 1984, ketika stadion dipenuhi sekitar 45.000 penonton, sedangkan kapasitas resmi pada waktu itu hanya 40 000. Lawan itu Widzew Lodz dan pertandingan berakhir dengan kemenangan Lech 1-0 itu. Beberapa tahun kemudian, Kota Stadion dilengkapi dengan papan skor elektronik, yang ditempatkan di belakang nomor sektor 8. Selama bertahun-tahun, belum ada pekerjaan modernisasi selain memasang kursi-kursi plastik di seluruh objek di awal 90-an.
Pada stadion Lech Poznan mulai usia emasnya. Pada tahun delapan puluhan dan tahun sembilan puluhan abad kedua puluh, Lech memenangi enam gelar liga (1983, 1984, 1990, 1992, 1993, 2010), lima Piala Polandia (1982, 1984, 1988, 2004, 2009) dan empat Polandia Supercup (1990 , 1992, 2004, 2009).
Selama rekonstruksi diputuskan untuk membangun berdiri cukup curam untuk meningkatkan interaksi penonton. Namun, konsekuensi dari solusi ini juga merupakan pertumbuhan rumput lambat di lapangan sepak bola karena sinar matahari hampir tidak mendapatkan menembusnya. Hal ini membuat perlu bagi rumput untuk dipertukarkan beberapa kali setahun. Diharapkan bahwa frekuensi penggantian akan turun setelah rehabilitasi lapangan sepak bola dilakukan pada bulan Agustus / September 2011 untuk UEFA Euro 2012
Stadion ini adalah salah satu tempat untuk tahap grup Euro 2012 UEFA. Tiga Grup C pertandingan harus bermain di sana: Kroasia vs Irlandia pada tanggal 10 Juni, Kroasia vs Italia pada 14 Juni, dan Irlandia vs Italia pada tanggal 18 Juni (Tiga lainnya pertandingan di kelompok yang akan berlangsung di. PGE Arena, Gdansk.)

Profile Stadion Municipal Euro 2012

Profile Stadion Municipal Euro 2012 – Stadion Municipal di Wroclaw Polandia adalah yang keempat kategori sepakbola stadion tertinggi yang dibangun untuk Kejuaraan UEFA 2012 Sepak Bola Eropa. Stadion ini terletak di Aleja Slaska di bagian barat kota Pilczyce. Stadion ini adalah rumah dari ?l?sk Wroc?aw tim sepak bola bermain di T-Mobile Polandia Ekstraklasa. Stadion ini memiliki kapasitas tempat duduk 42.771 penonton. Semua tempat di stadion adalah duduk dan beratap.
Stadion Municipal di Wroclaw adalah arena terbesar kedua di Ekstraklasa dan yang keempat di negara tersebut (setelah National Stadium, Silesia Stadium dan PGE Arena Gda?sk).
Stadion konstruksi dimulai pada bulan April 2009 dan selesai pada bulan September 2011.
Pembukaan berlangsung di Stadion 10 September 2011 dengan melawan tinju antara Tomasz Adamek dan Vitali Klitschko untuk tingkat kelas berat WBC. Sepak bola pertandingan pertama antara ?l?sk Wroc?aw dan Gda?sk Lechia dimainkan pada tanggal 10 Oktober 2011. ?l?sk memenangkan pertandingan ini 1:00 dan Johan Voskamp adalah pencetak gol pertama di stadion baru ini.
Konsep arsitektur pemenang dikembangkan oleh JSK Architekci disebut STADIUM-LANTERN. Bentuk khas dipilih menjadi mudah dikenali dan terkait dengan sebuah kota dinamis.
Bentuk dari stadion akan disorot oleh desain inovatif dari dinding eksternalnya. Bangunan ini tertutup oleh jaring serat gelas dilapisi dengan teflon. Mesh berlabuh oleh cincin baja ditempatkan di sekitar tubuh seluruh stadion. Pembungkus meminjamkan ringan dan transparansi pada struktur masif. Warna dinding luar stadion dapat diubah dengan menggunakan sistem pencahayaan canggih.
Berdiri konsesi yang terletak di bawah fasad semi-transparan. Konsep arsitektur juga mencakup kawasan pejalan kaki di luar ruangan di sekitar stadion, yang disebut esplanade. Dana hibah esplanade mengakses ke bagian dalam stadion dari dua arah. Dari selatan, itu mengarah bawah Lotnicza Street di mana sebuah Taman & Ride terintegrasi plaza sedang dibangun dengan sebuah halte trem, stasiun kereta api, dan tempat parkir outdoor). Dari utara, lapangan terbuka mengarah dari utara interchange transportasi publik dengan halte trem dan bus dan tempat parkir untuk bus.
Daerah di sekitar stadion dan lapangan terbuka yang indah dan dilengkapi dengan bangku-bangku untuk menciptakan ruang seperti taman di mana orang dapat bersantai atau bertemu.
Stadion ini dibagi menjadi sejumlah zona khusus yang diperlukan untuk berfungsinya sebuah arena olahraga. Tamu VIP yang diperbolehkan untuk di bawah tepi stadion sehingga mereka dapat dengan cepat mencapai ruang yang luas zona masuk VIP pada level 0 di bagian barat stadion. Penggemar VIP duduk di dekat lapangan, dan dipisahkan dari zona tim-tim hanya oleh dinding kaca.
Panoramic lift dan hibah akses tangga terbuka untuk tingkat atas. Sebuah Business Club luas dan dilengkapi secara eksklusif terletak di Level 1. The Business Club dibagi menjadi tiga ruang yang lebih kecil, masing-masing dilengkapi dengan fasilitas sendiri. Setiap kursi di kursi Business Club memiliki koneksi internet sendiri.
Pada level 3, ada dua puluh kotak VIP dengan pandangan yang jelas dari lapangan. Sepuluh kotak VIP di tribun timur yang tersedia untuk sewa dengan nama “Kotak Insentif”.
Kursi VIP dipecah menjadi tiga sektor: emas, perak, dan perunggu, tergantung pada lokasi mereka dan pandangan mereka tawarkan.
Para lapangan terbuka yang mengelilingi seluruh stadion mengarah dari permukaan tanah ke Level 1. Konsesi berdiri, stasiun pertolongan pertama, kantor polisi dan kamar kecil yang terletak di balkon. Kursi untuk penggemar penyandang cacat terletak di tribun dilengkapi dengan jalur kursi roda, dan penggemar cacat dapat duduk di sebelah pengasuh mereka. Stadion baru adalah arena tanpa hambatan. Sebuah Toko Fan juga terletak di Level 1. Toko ini menawarkan barang dagangan seperti syal, kaos, mug, dan poster untuk penggemar WKS.
Zona tim ‘terletak di 0 Tingkat di bagian barat stadion. Fasilitas identik untuk kedua tim dilengkapi dengan kamar ganti, kamar pijat, kamar mandi, toilet, ruang pelatih dan pemanasan daerah. Selain itu, ada kolam renang dalam ruangan. Zona tim juga berisi kamar dan tempat bagi staf medis, wasit, anak-anak (termasuk kamar ganti), dan delegasi UEFA, serta obat fasilitas pengujian.
Zona media terletak di bagian atas dari berdiri barat. Setiap kursi memenuhi FIFA / UEFA persyaratan dan dilengkapi dengan sambungan listrik, telepon, internet dan TV. Beberapa kursi memiliki desktop dilipat. Kursi untuk komentator bergulir kursi.
Saat ini, stadion dapat ditempuh dengan berbagai jenis transportasi umum. Dengan bus: 103, 403 dan 435 dari sisi utara, dan oleh, trem 3 10, 20, 32PLUS, 33PLUS, dan bus 128 dari sisi selatan. Sebuah garis trem baru saat ini sedang dibangun, Rute ini mengarah melalui Gaj – Hub – City center – Kozanów – Pilczyce – Stadion, dan akan berakhir utara stadion.
Pada sisi selatan stadion, sebuah pertukaran transportasi sedang dibentuk, termasuk sebuah stasiun kereta api baru yang disebut Wroclaw Stadion. Sebuah jalur kereta api dua arah akan berjalan pada tingkat nol, sedangkan pada tingkat pertama garis trem akan dibangun untuk menghubungkan pusat kota dengan Lenica. Pertukaran transportasi juga akan tersedia untuk lalu lintas kendaraan. Sebuah parkir mobil, atap bus kota, jalur sepeda dan parkir untuk pengendara sepeda yang saat ini sedang dibangun di sana.
Di samping stadion adalah persimpangan jalan raya disebut Wroclaw Stadion menghubungkan jalan raya A8 dengan parkir di stadion. Heliport Sebuah terletak di sisi timur stadion.
Tetaplah bersama kami di agentaruhan.com untuk berita-berita teraktual seputar Euro 2012.
Read More..

Download Jadwal Lengkap EURO 2012

0 komentar
Anda bisa melihat jadwal keseluruhan Piala Eropa 2012 melalui jadwal yang telah dibuat oleh team Excely dalam format Microsoft Excel (*.xls) contohnya seperti pada gambar dibawah.
Cara menggunakannya cukup sederhana, Anda hanya mengisi skor pertandingan kemudian sistem akan membaca hasil dan otomatis memberikan peringkat grup dan Negera mana yang akan lolos ke fase selanjutnya sampai ke Negara pemenang Euro 2012. Algoritma juga mampu mengelola kasus jika skor sama, sehingga tim selalu diurutkan dengan benar dan sepenuhnya secara otomatis, tanpa penyortiran manual (tidak seperti di jadwal lainnya).

Read More..

Jadwal Lengkap EURO 2012

0 komentar
Perhelatan akbar kejuaraan Piala Eropa atau biasa disebut EURO CUP tahun 2012 sebentar lagi akan segera dimulai. Pengundian grup kualifikasi pun sudah ditetapkan, 16 negara akan berlaga dalam kejuraan sepak bola terbesar se benua Eropa tersebut.


GRUP A EURO 2012

Polandia vs Yunani
8 Juni pkl 23.00 WIB, Warsaw
Rusia vs Rep Ceko
9 Juni pkl 01.45 WIB, Wroclaw

Yunani vs Rep Ceko
12 Juni pkl 23.00 WIB, Wroclaw
Polandia vs Rusia
13 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw

Yunani vs Rusia
16 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw
Rep. Ceko vs Polandua
17 Juni pkl 01.45 WIB, Wroclaw

GRUP B EURO 2012
Belanda vs Denmark
9 Juni pkl 23.00 WIB, Kharkiv
Jerman vs Portugal
10 Juni pkl 01.45 WIB, Lviv

Denmark vs Portugal
13 Juni pkl 23.00 WIB, Lviv
Belanda vs Jerman
14 Juni pkl 01.45 WIB, Kharkiv

Portugal vs Belanda
17 Juni pkl 01.45 WIB, Kharkiv
Denmark vs Jerman
18 Juni pkl 01.45 WIB, Lviv

GRUP C EURO 2012
Spanyol vs Italia
10 Juni pkl 23.00 WIB, Gdansk
Irlandia vs Kroasia
11 Juni pkl 01.45 WIB, Poznan

Italia vs Kroasia
14 Juni pkl 23.00 WIB, Poznan
Spanyol vs Irlandia
15 Juni pkl 01.45 WIB, Gdansk

Kroasia vs Spanyol
18 Juni pkl 01.45 WIB, Gdansk
Italia vs Irlandia
19 Juni pkl 01.45 WIB, Poznan

GRUP D EURO 2012
Perancis vs Inggris
11 Juni pkl 23.00 WIB, Donetsk
Ukraina vs Swedia
12 Juni pkl 01.45 WIB, Kiev

Swedia vs Inggris
15 Juni pkl 23.00 WIB, Kiev
Ukraina vs Perancis
16 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk

Swedia vs Perancis
19 Juni pkl 01.45 WIB, Kiev
Ingris vs Ukraina
20 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk

PEREMPAT FINAL EURO 2012
Juara A vs Runner up B
21 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw

Juara B vs Runner up A
22 Juni pkl 01.45 WIB, Gdansk

Juara C vs Runner up D
23 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk

Juara D vs Runner up C
24 Juni pkl 01.45 WIB, Kiev

SEMIFINAL EURO 2012
..............vs................
27 Juni pkl 01.45 WIB, Donetsk
..............vs................
28 Juni pkl 01.45 WIB, Warsaw

FINAL EURO 2012
..............vs.............
1 Juli pkl 01.45 WIB, Kiev











Read More..

Recent Post

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Statistik
PageRank Checking Icon
 
Copyright 2011 @ visitEris!
Design by Wordpress Manual | Bloggerized by Free Blogger Template and Blog Teacher | Powered by Blogger